Pantangan Yang Harus Dijauhi Petaruh Judi Bola Online

Pantangan Yang Harus Dijauhi Petaruh Judi Bola Online

Mudah sekali kita menemukan orang yang sangat membenci kekalahan. Alhasil, kita pun dengan mudahnya juga menemukan orang-orang yang berlaku curang karena tak ingin mengalami kekalahan. Padahal pada esensinya, kemenangan dan kekalahan merupakan hal biasa yang mesti diterima dengan lapang dada.

Dalam judi bola online, terdapat banyak pantangan yang mesti dihindari sehingga tidak menyebabkan efek-efek yang sangat destruktif. Nah akar masalah dari pantangan-pantangan yang ada adalah takut kalah. Yabetul sekali, oleh karena itu di bawah ini kami akan membahas pantangan yang harus dijauhi petaruh judi bola online yang diberakar dari mindset takut kalah.

Efek ‘Takut Kalah’ Judi Bola Online

Takut mengalami kekalahan pada esensinya bukan merupakan problem yang terlalu urgent. Rasa takut sendiri tentunya dialami oleh setiap orang, jadi sangat normal. Tak ada satupun orang yang tidak mengalami rasa takut. Namun dalam aktifitas <a href=”https://id.wikipedia.org/wiki/Taruhan_olahraga” target=”_blank” rel=”nofollow”>Taruhan Olahraga</a> atau yang sifatnya menang-kalah lainnya, perasaan takut yang berlebihan bisa menjadi boomerang. Rasa takut berlebih bisa memunculkan efek efek yang jauh lebih berbahaya. Biasanya, perasaan takut berlebihan ini dialami oleh bettor-bettor pemula, meskipun tak menutup kemungkinan banyak juga bettor yang mengalami rasa takut berlebihan. Nah berikut ini adalah beberapa larangan yang harus dijauhi petaruh judi bola online.

  • Hanya Betting Tim Favorit

Karena sangat takut mengalami kekalahan, akhirnya bettor lebih banyak bermain aman. Salah satu cara bermain aman yaitu hanya betting tim favorit saja. Bettor yang sudah diliputi rasa takut berlebihan tidak mungkin betting tim underdog, karena ia tak mau sedikitpun mengambil risiko. Misalnya jika ada pertandingan antara Real Madrid Vs Manchester City, bettor dengan rasa takut berlebih pasti lebih memilih betting Real Madrid daripada Manchester City. Jikapun menang, maka profitnya sangat sedikit karena tim favorit punya rasio payout yang rendah. Berbeda dengan bettor ‘pemberani’, ia tak akan ragu tim underdog, sehingga jika tim underdog menang, maka profitnya bisa berkali-kali lipat.

  • Betting dengan Nominal Taruhan yang Sangat Kecil

Efek ‘takut kalah’ lainnya yaitu betting dengan nominal taruhan yang sangat kecil. Iya betul sekali, bettor yang terpengaruh efek ‘takut kalah’ tidak ingin sedikitpun mengalami kerugian. Akhirnya, ia pun takkan rela mengeluarkan uang taruhan yang terlalu banyak. Misalnya pertandingan antara Barcelona Vs Juventus, dimana rata-rata orang yang taruhan nominalnya yaitu 100 ribu rupiah. Namun karena sudah diliputi kecemasan, ia pun hanya betting 50ribu rupiah saja. Alhasil jika menangpun, keuntungannya sangat kecil, jadi tak ada gunanya bermain aman seperti itu.

  • Lebih Percaya Omongan Orang Lain

Pantangan selanjutnya yaitu lebih percaya omongan orang lain. Iya betul sekali, bettor yang sudah diliputi ketakutan dan kecemasan, biasanya akan mencari informasi diluar dirinya. Sayangnya, bettor yang diliputi perasaan ‘takut kalah’, lebih percaya omongan mayoritas orang daripada omongan yang bernilai. Misalnya banyak orang sangat menjagokan Juventus ketika bertemu Chelsea, akhirnya tanpa kroscek sedikitpun, ia sepakat dengan apa yang orang-orang lain katakan.

Nah itulah beberapa pantangan yang harus dijauhi petaruh judi bola online. Setelah kamu membaca beberapa efek ‘takut kalah’ diatas, kamu pun sebenarnya sudah mencoba menghindari efek ‘takut kalah’ ini. Jadi ketika ikut taruhan judi bola online, pastikan Anda tetap berani namun masih tetap dalam koridor koridor yang benar.